Para tersangka itu ditangkap dekat kota Moratuwa, selatan Kolombo, di mana sebuah bus yang penuh penumpang melindas sebuah ranjau Jumat pagi yang ramai, menewaskan 21 warga sipil , kata jurubicara militer Udaya Nanayakkara. “51 orang ditangkap untuk diperiksa dalam kaitan dengan ledakan di Moratwa,” kata Nanayakkara kepada AFP.
Sejumlah dari mereka yang ditahan itu ditangkap Jumat malam, sementara yang lainnya Sabtu, katanya. Surat kabar-surat kabar Sri Lanka melaporkan banyak dari mereka yang ditahan itu adalah mahasiswa universitas Tamil yang ditangkap setelah penggeledahan dari rumah ke rumah. Polisi juga menahan seorang yang punya hubungan dengan ledakan bom bus kedua di distrik tengah Kandy, di mana dua penumpang tewas, kata jurubicara militer itu. Kementerian pertahanan, Sabtu meminta bantuan masyarakat.
“Para warga dianjurkan agar waspada terhadap bungkus-bungkus yang tidak terurus, tas-tas dan benda-benda elektronik,” kata kementerian itu dalam sebuah peringatan yang disiarkan di suratkabar-suratkabar dan pesan-pesan teks yang dikirim ke delapan juta pengguna telepon seluler.
Kolombo menyalahkan dua serangan bom itu pada pemberontak Macan Tamil yang berperang untuk mendirikan sebuah negara merdeka bagi etnik minoritas Tamil di bagian utara dan timur Sri Lanka yang berpenduduk mayoritas etnik Sinhala itu. Permusuhan meningkat tajam sejak awal tahun ini, ketika pemerintah mengundurkan diri dari perjanjian gencatan senjata dengan pemberontak Macan Tamil. Puluhan ribu orang tewas dalam konflik yang telah berlangsung hampir empat dasawarsa itu.